Wednesday, September 30, 2009

BEM tidak Aspiratif

.
Download link:
4shared.com [klik di sini]
scribd.com [klik di sini]
ziddu.com [klik di sini]

60,9% responden mengatakan BEM tidak aspiratif. Artinya enam dari sepuluh mahasiswa menganggap demikian. Bagi BEM ini merupakan sesuatu yang ironis. Fakta ini mungkin sebelumnya tidak pernah terungkap/ diungkap. Memang sangat mengejutkan. Lebih mengejutkan lagi, bahwa pandangan seperti itu terjadi di empat fakultas. Jadi bukan kasuistik melainkan masalah umum dan bisa digeneralisasi.

Pada sisi lain, BEM masih bisa berbangga diri, karena 65,5% publik menilai bahwa kinerja BEM cukup baik. Hanya saja pada hal lain, BEM dianggap elitis oleh mahasiswa. Meminjam bahasa seorang responden, BEM perlu down to earth. Pandangan semacam ini juga saya peroleh saat melakukan wawancara dengan beberapa informan.

Kalau tidak berhati-hati, kegamangan publik akan berujung pada mosi tidak percaya. Ya, publik sedang gamang, ia merasa tidak memiliki BEM, 61,7%. Sedang pada sisi lain, ia masih menaruh harapan kepadanya, 75,5%. Kegamangan publik tentu saja bukan perasaan yang bersifat moody. Melainkan dampak dari kinerja BEM yang dinilai ambigu dan kurang nyata. Juga adanya 54,4% responden yang menilai bahwa BEM tidak membawa perubahan di kampus.

Pada masalah PEMIRA, 76,2% responden menilai bahwa sosialisasi KPR tidak efektif. Hal ini diperparah dengan materi serta media calon presiden yang menurut publik juga tidak menarik, 65,9% dan 62,1%. Hal seperti inilah yang kemudian membuat tingkat partisipasi publik hanya pada level 57,5%.

Angka Golput di empat fakultas juga masih tinggi. Jika tidak disikapi maka BEM akan mengalami krisis legitimasi. Meskipun jauh sebelum itu, BEM terbukti rapuh secara kultural dan memprihatinkan.

Dalam laporan survei itu saya lengkapi dengan analisis SWOT. Beberapa hal yang masih menjadi peluang (opportunities) jika BEM ingin berbenah adalah bahwa 76,2% responden mengatakan BEM bermanfaat bagi mahasiswa. Hal ini senada dengan pandangan publik tentang perlunya penggunaan hak pilih dalam PEMIRA yang mecapai 84,3%.

Untuk lebih jelasnya silahkan Anda baca edisi lengkap hasil survei serta analisis saya. Saya juga bersedia menerima undangan diskusi (presentasi) lebih lanjut terkait temuan ini. Siapa tahu, ada beberapa BEM atau pembaca sekalian yang masih penasaran dan perlu konfirmasi lebih jauh. Silahkan hubungi saya di 085647788101. Hasil survei ini saya publikasi dan sebarluaskan juga melalui grup-grup facebook, situs pribadi, serta diketahui oleh sebagian besar responden yang menyertakan no. ponsel dan juga beberapa forum maya yang masih concern pada dunia mahasiswa, kampus dan politik. Semoga bermanfaat. []

1 comments:

  1. Wah, ini penelitian yang inspiratif!
    Kami unduh dan pelajari dulu ya..Tertarik untuk komunikasi lebih lanjut? mungkin kita bisa ngobrol lewat akun Facebook BEM FIB UI aja...Kirim aja message, insya Allah kami balas..Thanks atas kerja keras kamu..

    --BEM FIB UI--

    ReplyDelete